Liverpool Musim Ini Disebut Mirip MU Tahun 1980-an

Liverpool Musim Ini Disebut Mirip MU Tahun 1980-an

Liverpool Musim Ini Disebut Mirip MU Tahun 1980-an

Berita Bola, London – Graeme Souness menilai inkonsistensi yang diperlihatkan Liverpool musim ini mirip-mirip dengan Manchester United pada saat ia masih bermain buat The Reds.

Souness, yang kini menjadi pundit sepakbola untuk Sky Sports, pernah berseragam Liverpool pada periode 1978-1984. Pria Skotlandia berusia 63 tahun itu juga pernah memanajeri ‘Si Merah’ pada 1991–1994.

Dalam kolomnya di The Times, Souness menyebut skuat Juergen Klopp tidak konsisten, secara khusus ketika menghadapi tim-tim yang harusnya bisa mereka kalahkan. Padahal Liverpool justru punya hasil bagus lawan tim-tim besar.

Di Premier League musim ini Liverpool tercatat pernah kalah lawan Bournemouth, Swansea City, Hull City, dan Leicester City semenjak Desember, dan sudah kehilangan poin lawan West Ham United dan Sunderland.

“Suporter Liverpool akan terheran-heran dengan timnya. Mereka main bagus lawan tim-tim top dan kemudian terpeleset saat melawan tim di bawah,” sebutnya seperti dikutip Independent.

“Ketika saya main untuk Liverpool, ada Manchester United yang seperti Liverpool saat ini. Mereka akan tampil oke menghadapi klub-klub besar, tapi mereka kemudian mendapat kekalahan mengecewakan dan hasil-hasil seri lawan tim di bawahnya.

Baca Juga : Belotti Janji Akan Bertahan di Torino Musim Depan

“Untuk memenangi liga ini maka itu adalah sesuatu yang harus dibenahi. Di Liverpool kami secara konstan diingatkan akan hal itu ketika kami jadi juara Eropa atau juara bertahan di liga,” tuturnya.

Pun begitu, Souness percaya bahwa Liverpool akan mampu mengamankan posisi empat besar musim ini. Menurutnya, Arsenal dan Manchester United adalah dua klub besar yang akan terlempar dari persaingan tersebut.

Souness menyebut MU, “Mungkin terlalu banyak mendapatkan hasil seri di paruh pertama musim”, dalam persaingan memperebutkan posisi empat besar — lolos Liga Champions lewat jalur liga.

“Arsenal biasanya kepayahan di bulan Februari dan Maret, kemudian bangkit ke empat besar lewat periode di akhir April dan Mei, tapi saya tidak melihat itu akan terjadi musim ini setelah kekalahan mereka di West Bromwich Albion. Selama masih ada spekulasi masa depan Arsene Wenger, itu jadi alasan lain buat (pemain dengan) kepribadian-kepribadian lemah dalam skuat mereka,” imbuhnya.